Home Desa Sertifikat Sudah Jadi Patok Tak di Pasang, Warga Desa Braja Mulya Gerah

Sertifikat Sudah Jadi Patok Tak di Pasang, Warga Desa Braja Mulya Gerah

716
0
SHARE
Sertifikat Sudah Jadi Patok Tak di Pasang, Warga Desa Braja Mulya Gerah

Keterangan Gambar : Perwakilan warga Desa Braja Mulya Kec Selebah saat mendatangi Balai Desa

Braja Selebah,(SN)--Warga Desa Braja Mulya kecamatan Braja Selebah Lampung Timur dibuat gerah. Pasalnya, 460 bidang tanah yang di Sertifikatkan melalu Program Prona PTSL tahun 2019 yang melibatkan sekitar 300-an orang tidak di pasang patok pembatas tanah yang semestinya.
 
"Seharusnya, setelah pengukuran batas tanah di berikan patok yang semestinya, yakni terbuat dari cor beton. Selama ini hanya di pasang patok bambu dan tidak di ganti, sampai patok sudah rusak bahkan hilang" kata Suyut, saat klarifikasi permasalahan itu bersama 15 warga yang mendatangi Balai Desa Braja Mulya meminta kepastian hal tersebut, Jum'at (15/11/2019).
 
Menurut warga yang meminta kejelasan itu, bahwa Panitia Pelaksana Kerja pembuatan Sertifikat di nilai acak kadut, dalam arti tak tertib administrasi sama sekali.
 
Braja Mulya kecamatan Selebah tahun 2019 melaksanakan Prona Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Menurut hasil musyawarah, pembuatan sertifikat di kenai biaya perbidang 400 ribu hingga 600 ribu bagi warga setempat. Sedangkan warga lain dikenakan hingga 1,5 juta.
 
"Walaupun katanya gratis, karena hasil musyawarah bersama kami menyepakatinya. Akan tetapi kenapa sampai sertifikat sudah di bagikan, patok belum di ganti yang permanen" jelas Suyut.
 
Warga juga mengkhawatirkan jikalau Kades incamben, karena sekarang sedang cuti mengikuti Pilkades kembali yang merupakan penanggung jawab pekerjaan tersebut tidak terpilih kembali, akan lepas tangan dikemudian hari.
 
"Jika hari ini pihak Panitia kerja Dan Kades selaku penanggung jawab tak bisa kami temui, besok kami akan datang kembali meminta kejelasan yang pasti" kata warga lainya.
 
Sedangkan salah satu tokoh Desa yang juga mendaftarkan 4 bidang tanahnya untuk di Sertifikatkan yakni Tarpin, berharap agar dalam hal ini Kades Braja Mulya yang merupakan penanggung jawab bisa memahami kekecewaan warganya tersebut.
 
Saat dikomfirmasi Kades Braja Mulya Sujarno menanggapi hal tersebut, "Saya akan bertanggung jawab hal itu. Jika sampai tahun 2019 ini belum terpasang, silahkan mau dituntut saya siap" jelas Kades Sujarno.(Red)