Home Desa 20 Tahun Tak Ada Keramaian, HUT ke-56 Desa Way Mili Undang Pasar Malam Sebulan Penuh

20 Tahun Tak Ada Keramaian, HUT ke-56 Desa Way Mili Undang Pasar Malam Sebulan Penuh

245
0
SHARE
20 Tahun Tak Ada Keramaian, HUT ke-56 Desa Way Mili Undang Pasar Malam Sebulan Penuh

Keterangan Gambar : Suasana Pasar Malam di Desa Way Mili kecamatan Gunung Pelindung Lampung Timur

Gunung Pelindung,(SN)-Setelah 20 tahun lamanya HUT desa tanpa ada keramaian. Di tahun 2019 ini, desa Way Mili kecamatan Gunung Pelindung Lampung Timur awali HarinUlang Tahun (HUT) desa dengan mendatangkan Pasar Malam sebulan penuh di lokasi Lapangan Merdeka desa tersebut.

"Saat ini desa Way Mili, merayakan HUT yang ke-56 kalinya. Setelah tahun sebelumnya tak ada keramaian apapun, sekarang kita kembali mulai adakan keramaian itu" kata Kepala Desa Way Mili Aris.

Menurut Kades Aris, bukan hal yang mudah untuk mengundang serombongan hiburan pasar malam dan meyakinkan kepada mereka. Hal ini di karenakan permasalahan keamanan. Seiring perubahan image positif masyarakat terhadap pandangan wilayah yang selalu di asumsikan rawan tentang keamanan, tapi sekarang ini sudah berbeda. 

"Alhamdulillh, tahun 2019 ini kami bisa membawa para rombongan pasar malam ke desa Way Mili. kami pastikan, keamanan sudah stabil, untuk seluruh warga Lampung Timur, yang mau berkunjung ke pasar malam desa Way Mili kami persilahkan dengan senang hati," ungkap Kades Way Mili, saat di konfirmasi peliput, Sabtu malam, 24/8/2019.

Untuk tempat dan  lokasi pasar malam tidak di ragukan lagi, letaknya sangat strategis, di tengah desa, dan dikelilingi sekolahan, perumahan warga, puskesmas, dan balai desa.

Menurut keterangan salah satu warga, Event acara pasar malam ini memang pernah terjadi sebelumnya 20 tahun silam. "Acara pasar malam dan wahana wahana hiburan ini pernah ada 20 tahun silam, karna keamanan dan kenyamanan para pedagang yang kurang maksimal  membuat pasar malam ini lama hilang, padahal sebelumnya setiap acara HUT Desa pasti ada pasar malamnya, dan paati meriah." Kata beberapa warga yang enggan menyebutkan namanya.

Para pedagangpun merasa senang dengan keadaan ini, karena dengan adanya keramaian mereka bisa mendapatkan tambahan ekonomi dari hasil berdagangnya.(Sn2/Ikhwan)