Titik Power Politik Bangsa, Pemuda Harus Berkarya

Oleh 24 Jan 2017, 19:07:55 WIBOpini

Titik Power Politik Bangsa, Pemuda Harus Berkarya

Aris Damanhuri (Pegiat Komunitas Simak)


Politik adalah sebuah proses dimana setiap individu mengharapkan pembaharuan untuk dirinya sendiri yang kemudian secara luas dapat menjadikan pribadinya sebagai pengaruh besar terhadap lingkungannya. Sacara bahasa politik berasal dari bahasa Yunani; politikos yang berarti dari, untuk atau yang berkaitan dengan warga negara. Politik bisa dikatakan juga dikatakan sebagai mekanisme pembentuka dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat atau suatu seni dan ilmu yang digunakan untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun non konstitusional.

Berpolitik artinya melakukan kegiatan politik atau juga disebutkan sebagai prilaku politik (Politic Behaviour) yang mana prilaku tersebut dilakukan oleh insan/individu atau bahkan kelompok guna memenuhi hak dan kewajibannya sebagai insan politik. Beberapa prilaku politik dapat dicontohkan sebagaiberikut; melakukan pemilihan untuk memilih wakil rakyat/pemimpin, mengikuti dan berhak menjadi insan politik yang mengikuti suatu partai politik atau parpol, mengikuti ormas atau organisasi masyarakat atau LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), ikut serta dalam pesta politik, ikut berperan mengkritik para pelaku politik yang otoriter, menjadi pemimpin politik dan memenuhi hak dan kewajibannya dalam berpolitik sebagai individu/insan politik.

Politik bisa saja dilakukan oleh siapapun dan dimanapun, berpolitik sebenarnya hal yang sangat menyenangkan bagi mereka yang memiliki jiwa aktif karna dengan berpolitik mereka dapat mengekspresikan segala bentuk yang sudah menjadi mimpi dan angan-angan dalam dirinya. Seseorang dalam berpolitik juga dapat menentukan tujuannya ketika ia sukses berkarir dalam dunia politik tak sedikit ketika seorang terjun ke dunia politik mereka memiliki tujuan untuk sebuah kekayaan, namul hal itu tentu jauh dan tidak benar jika dilihat dari persepsi tujuan berpolitik. Berpolitik adalah cara untuk berkuasa menguasai dan mendapatkan kekuasaan, jadi jelas bahwa tujuan politik adalah untuk sebuah kekuasaan dimana dengan kekuasaan tersebut seseorang dapat memberikan sumbangsihnya untuk kebaikan kemajuan suatu daerah yang telah dikuasainya. Lain halnya dengan ketika seseorang berpolitik untuk sebuah kekayaan, mereka hanya akan menggerogoti dan menghabiskan kekayan terhadap apa yang telah mereka kuasai guna memenuhi hasratnya untuk menjadi seorang yang kaya raya.

Hal ini tentu perlu secara perlahan dihapuskan dari sistim politik Negara ini, pola pikir yang hanya dapat merusak serangkaian proses untuk memajukan Bangsa haruslah di geser kembali dan diarahkan menuju pola pikir yang positif agar tujuan berpolitik untuk membangun bangsa yang besar dapat terwujud.

Jika melihat sejarahnya, Bangsa ini banyak peristiwa besar dan bersejarah yang melibatkan anak muda sebagai tikoh utamanya. Contoh rilnya seperti sumpah pemuda, budi utomi dan masih banyak lainnya. Maka dari itu perpolitikan diindonesia yang pada saat ini di dominasi oleh kaum tua haruslah sedikitmemberikan ruang progres untuk mereka kaum muda. Tidak hanya menomor duakan pemuda yang terkesan meremehkan kaum muda yang masih dini dalam berpolitik.

Pepatah yang munculkan oleh Bung Karno “Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan aku cabut semeru dari akarnya berikan aku 10 pemuda niscaya akan ku guncang dunia”.

Hal ini jelas menunjukan bahwa pemuda memiliki peran penting dan power besar dalam memajukan Bangsa ini. Suatu stigma yang menganggap ketika yang muda memaksakan untuk ikut serta dalam berpolitik pasti akan ada banyak hambatan dikarenakan karena pelaku poltik adalah mayoritas mereka yang tua, ini seharusnya kemudian di rumbah kedalam stigma dimana yang muda lebih memiliki peran penting dan justru harus mendominasi sistim politik di Negara ini.

Pemuda adalah pemegang estafet kekuasan dimana seharusnya pemuda diberikan ruang untuk mengekspresikan tujuannya dalam membangun Bangsa ini. Pemuda hanya butuh sosok yang dituakan agar dapat mengayomi dan kemudian mengarahkan serta mengontrol ambisinya. Tidak seharusnya mereka yang tua meng-cat generasi muda untuk ikut berkecimpung dalam dunia politik.

Tidak sedidikit memang politikus muda yang kemudian terjebak dalam beberapa kasus yang merugikan negara, tetapi tidak sedikit pula mereka yang tua juga terjebak dalam hal yang sama.

Semua itu hanyalah tergantung dari pada niat serta tujuan awal mereka terjun ke dunia politik. Apakah hanya untuk mencari kekayaan? Ataukah mendapatkan kekuasaan untuk ikut memberikan sumbangsihnya terhadap Bangsa ini dengan dasar Cinta Tanah Air?.

Hal yang kemudian menjadi PR besar Bangsa ini adalah bagaimana menanamkan rasa Cinta Tanah Air kepada generasi muda? Saatnya yang muda untuk berkarya.

Penulis : Aris Damanhuri (Pegiat Komunitas Simak)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Puaskah anda terhadap Pembangunan Lampung timur saat ini?
  masih perlu banyak pembenahan
  puas
  Tidak Puas
  sangat tidak Puas
  Tidak Tau

Komentar Terakhir

  • RogerBaH

    [url=https://kwork.ru/links/215736/progon-sayta-khrumerom] ?????? ????? ????????[/url] ...

    View Article
  • SEO Companies in Karachi

    This type of landscape is described as so beautiful by people living in countries ...

    View Article
  • Harley Quinn Jacket

    This is the really great post. ...

    View Article
  • Liverpool

    Wow artikel luar biasa dan fantastis teman saya kerja bagus dan semoga sukses untuk ...

    View Article