Sudahkan HAM Ditegakkan?

Oleh 10 Des 2016, 08:42:19 WIBOpini

Sudahkan HAM Ditegakkan?

Aris Damanhuri (Pegiat Komunitas Simak)


Hak asasi manusia adalah hak dasar atau hak pokok yang dimiliki setiap orang sejak lahir di mana hak tersebut dipandang sebagai anugrah Tuhan Yang Maha Esa yang tidak seorangpun dapat mengambilnya atau melanggarnya. Hak adalah anugrah yang sejatinya harus dihargai oleh sesama mahluk Tuhan di bumi ini, oleh karenanya dengan adanya hak maka muncullah batasan-batasan di mana setiap orang yang berbeda dituntut untuk dapat menghargai dan memenuhi haknya masing-masing. Dengan adanya hak bukan berati juga setiap orang dapat berbuat semau-maunya sebab hak seseorang itu pasti dibatasi oleh hak orang lain dan disitulah terdapat titik dimana kita sebagai manusia yang bermoral mampu untuk menghargai hak tersebut. Secara garis besar ada tiga hak asasi manusia yang paling fundamental yaitu; hak hidup (life), hak kebebasan (Luberty) dan hak Memiliki (Property).

Indonesia adalah salah satu negara yang menjunjung tinggi adanya hak asasi manusia, meski hanya menduduki peringkat ke 106 dari negara-negara yang peduli terhadap HAM, Indonesia tetap berkomitmen untuk tetap menjunjung tinggi HAM. Hasil amandeman UUD 1945 telah memberikan titik terang bahwa Indonesia semakin memperhatikan dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, dengan mecetuskannya bahasan mengenai Hak Asasi Manusia pada bab XA membuktikan bahwa Indonesia memperhatikan Hak-Hak Asasi warganegaranya secara khusus.

Pasal 28E ayat (3) Undang –Undang Dasar menyebutkan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat, Pasal 28F juga menyebutkan setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosial, serta berhak untuk mencari, memperoleh memiliki, menyimpan mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segalajenis saluran yang tersedia, kemudian Pasal 28G ayat (1) kembali mengatakan bahwa setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat dan harta benda yang dibawah kekuasaanya, serta berhak atas rasa aman dan mendapatkan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau atau tidak berbuat sesuatu yang itu adalah hak asasi.

Undang-undang pun telah mengatur sedemikian rupa terhadap Hak Asasi Manusia agar setiap orang dapat melaksanakan haknya dengan tanpa mengulik hak orang laain, setiap orang berhak untuk bebas berpendapat, berhakhak untuk menginformasikan suatu hal selama itu tidak mengganggu kenyamanan orang lain. Hal tersebut bahkan diperjelas dengan lahirnya Undang-Undang  Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia yang membahas secara lebih rinci mengenai hak-hak warganegara sampai bahkan didirikannya lembaga Komisi Nasional Hak Asasi Manusia guna lebih memperhatikan betapa pentingnya hak asasi dalam kehidupan berbangsa dan bernagara.

Penggolongan Hak Asasi Manusia seperti: hak asasi perbadi, hak berpolitik, hak ekonomi, hak berbudaya, hak untuk memiliki kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan serta hak untuk mendapatkan perlakuan sama dalam tatacara  peradilan, terkadang juga menjadi tolak ukur terbentuknya Undang-Undang agar semua yang menjadi tujuan Negara ini dapat tercapai.

Lahirnya Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi adalah sebagai salah satu contoh bahwa dalam suatu negara terdapat hak rakyat sebagai hak asasi manusia yang mana hak tersebut seharusnya tidak dapat dinikmati oleh segelintir orang saja melainakan oleh masyarakat secara luas. Kemudian Undang-Undang ITE yang dilahirkan juga menjadi contoh tolak ukur hak asasi yang mengatakan bahwasannya setiap orang bebas berpendapat, namun dibatasi dengan beberapa catatan untuk tidak merugikan dan mengganggu kenyamanan orang lain.

Adanya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang berdiri sejak tahun 1993 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 1993 tentang Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Indonesia harus menjadi negara yang lebih peduli terhadap HAM namun sayangnya Indonesia masih kalah dengan vietnam yang menduduki peringkat 204 sebagai negara peduli HAM.

Kurangnya kepedulian pemerintah terhadap pengaplikasian Undang-Undang yang telah banyak dilahirkan, menjadi sorotan yang sangat penting dimana hanya terdapat beberapa kantor perwakilan di Negara ini. Indonesia yang terdiri dari 33 provinsi hanya memiliki 6 Kantor perwakilan Komnas HAM antara lain: Kantor Perwakilan Komnas HAM Aceh, Kantor Perwakilan Komnas HAM Sumatera Barat, Kantor Perwakilan Komnas HAM Kalimantan Barat, Kantor Perwakilan Komnas HAM Sulawesi Tengah, Kantor Perwakilan Komnas HAM Maluku, Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua.

Hal ini dirasa kurang efektif untuk menanggulangi banyaknya kasus mengenai Hak Asasi Manusia di Negara ini. Amat disayangkan ketika pada realitasnya masyrakat masih menjerit dengan ketidakadilan terhadap haknya.

Penulis : Aris Damanhuri (Pegiat Komunitas Simak)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Puaskah anda terhadap Pembangunan Lampung timur saat ini?
  masih perlu banyak pembenahan
  puas
  Tidak Puas
  sangat tidak Puas
  Tidak Tau

Komentar Terakhir

  • Jasa Bangun Rumah

    Infonya sangat berguna bagi kami, Thank you. https://jasaseo.website | ...

    View Article
  • Poe Dameron The Last Jedi Jacket

    Thanks a lot for the kind of perfect topic I have not a lot of information about ...

    View Article
  • Eka octalia

    Thanks Simaknews.com .. semakin Jaya ...

    View Article
  • Justice League Jacket in Cheap Price

    Thanks for sharing this wonderful information. I definitely need to inform you that I ...

    View Article