Sebungkus Coklat Oreo

Oleh 16 Okt 2016, 22:53:03 WIBcerpen

Sebungkus Coklat Oreo

Jeje


Awal bulan juni. Sungguh aku tidak suka sekali. Bagaimana bisa arman meninggalkanku sendirian didekat pangkalan ojek tanpa mengucapkan satu kalimat apapun. Dan malangnya lagi aku harus bertemu dengan orang yang tidak tahu terimakasih.

“maaf mba”.

sudah itu saja kalimat yang diucapkan. Rasanya aku ingin melemparkan sepatuku tepat pada pertengahan leher belakang. Cukup sudah dengan arman. Laki-laki itu membuatku trauma berkepanjangan hingga detik ini. Pagi ini aku harus semangat dan meneruskan langkahku tanpa menengok pria seperti dia lagi.

“hey nan”. Sapa rerey manis padaku pagi ini.

“hey rey, berangkat pagi juga?”.

“iya nan, ada tugas yang harus dikejar. Hehe?”. Rerey terlihat buru-buru pagi ini.

“oh. Oke rey. Ketemu dikelas ya?”. Aku melambaikan tangan semangat.

Tentang hari ini. Hmm. Sedikit sombong. Tugasku sudah kelar dari pertama kali dosen memberi tugas. Tidak. Aku tidak suka menunda-nunda pekerjaan apalagi menumpuknya diujung meja belajar. Menyulitkan  diri sendiri, itu yang aku tangkap.

Rasanya jam hari ini berjalan sedikit begitu cepat. Dan perutku juga rupanya ingin makan siang lebih awal. Tidak pikir panjang, aku langsung meluncur dipondokan senderhana kantin ibu sodah, kantin favoritku dan rerey serta beberapa teman pria.

“nan, kamu pesen apa?”. Tawar roy pacar rerey.

“biasa, masa kamu nggak hafal, pepes ikan bakar ala emak sodahku tercinta, haha”.

Pepes ikan bakar adalah menu paling favoritku dipondokan ibu sodah ini, sejak pertama kali aku memadamkan kelaparanku disini hingga sekarang ini. Dan sedikit cuplikan lagi, rerey dan roy, nama yang hampir sama, entah bagaimana, mereka bisa pacaran langgeng yang berjalan sudah 20 bulan sekarang ini. Jujur rasa iri sedikit susah hilang dihatiku ini. Bagaimana tidak, setelah tragedi dipangkalan ojek itu, aku menjomblo hingga jam menit detik ini dan parahnya lagi hubunganku tidak pernah berjalan lama, hanya kisaran satu sampai dua bulan, dan dengan ending yang jika dihitung dengan matematika memasuki rata-rata sama. Aku ditinggalkan karena dia(pria) menemukan gadis yang lebih-lebih dariku. Aku susah untuk berbalik marah. Cukup sehari saat diputuskan dan ketika tahu saja marahnya. Itupun tidak pernah ditanggapi.

Cukupkan saja.

“makanan datang”. Senyum riang ibu sodah mengantarkan makanan.

“waah,,,ibu selalu gembira tiap hari". Ucap dino sambil mengambil mangkuk berisi sop ayam(tentu saja kesukaannya).

“iyaa dong,, setaiap hari kan harus senyum dan semangat harus gembira, coba kalau ibu tidak gembira, kalian juga pasti bertanya-tanyakan?”. Jawaban apa adanya ibu sodah seperti biasanya.

…kling kling kling..

“temen-temen bentar ya, ketua gue nelpon”.

Ayahku menelpon disaat yang kurang tepat, disaat pepes bakar menghampiri.

“hallo,,ayah, ada apa?”.

“nan, bisa kegerbang sebentar, ayah sudah digerbang”.

“digerbang? Iya yah bisa”

“ayah tunggu dan ayah tutup sekarang”

Ayahku memang seperti ini, suka memberi perintah atau tugas dadakan. Garis bawahi bukan kejutan tapi dadakan. Setelah panggilan ditutup, sesegera mungkin aku menuju lokasi yang ayah minta. Jarak pondokan dengan gerbang lumayan untuk membuat keringat diujung-ujung pelipisku berderet turun.

“ayah? Ada apa? Kok mendadak sekali?”. Aku bertanya penasaran,

“nan? Ayah minta tolong sekali ya?”. Ayahku sepertinya ingin meminta bantuan penting denganku.

“iya ayah, kenapa?”. Sekali lagi aku bertanya.

“bagus, keluarlah, tidak papa dengan nanda, dia anaknya baik dan nurut kok sama om”.

“loh? Bagus? Siapa?”. Aku mulai berpikir tidak beres.

..GLEK(suara pintu mobil sebelah kanan belakang)..keluarlah sosok yang aku tidak kenal, membawa tiga tumpuk buku dipelukannya dan satu tas ransel mini dipunggungnya, serta kacamata.

Kacamata? Tunggu, kacamata itu?.

“nan,, tolong jaga bagus dan antarkan dia kemanapun, oke”. Ayah menyerahkan bagus.

“tapi yah? Dia siapa?”. Aku sedikit sindiran menolak tapi sayangnya usahaku gagal  ayah sudah memutar mobilnya. Hiks! Menyebalkan.

Dengan sedikit terpaksa aku menyapa jutek pria berkacamata itu.

“hey. Gue nanda, anak yang tadi nganterin lo kesini”. Tanganku mengulurkan tangan duluan tanpa gengsi.

“Bagus, aku mahasiswa baru pindahan, aku boleh minta tolong?”. Pria itu berbicara kepadaku dengan sopan. Ini namanya skak kesopanan.

“oh, bagus, mm~iya bisa. Apa?”. Nadaku masih sedikit jutek ditambah kepikiran pepes ikan bakar yang sudah beku sekarang.

“anterin aku ketempat yang sejuk diarea kampus ini?”. Bagus melihat kekanan dan kekiri.

“ha?”. Aku seketika diam memandang aneh sibagus.

“aku Cuma ingin membaca ditempat yang sejuk, ada kan?”. Dengan santai bagus memperjelas kebingunganku.

“oh, ada, ikutin aku”. Aku langsung berjalan dengan wajah kehilangan selera.

…beberapa menit kemudian…

Aku dan bagus sampai ditaman kampus, sekaligus sebenarnya ini adalah tempat pelarianku untuk fokus belajar, terpaksa aku bocorkan markas persembunyian.

“disini satu-satunya tempat yang menurutku nyaman, oh iya kamu kalau butuh apa-apa ini nomorku, aku mau kekantin sebentar”. Aku menuliskan nomor dikertas dan meninggalkannya ditaman kampus sendirian. Aku pikir itu cukup aman dan nyaman untuknya.

Tidak tahan lagi melihat pepes bakarku menunggu terlalu lama terpaksa aku meninggalkan bagus. Fix. Aku sudah ditinggal rerey,roy dan dino. Lagi-lagi kenapa dengan hari ini. Move-on berhasil , mendapat tugas aneh dari ayah. Siapa yang peduli, apapun kata ayah harus bilang iya dan dilaksanakan. Oh sedikit membuat kepalaku samping berdenyut nge-bass.

“bu sodah~temen-temen udah balik ya?”. Tanyaku lesu.

“iya non, habis kamu perginya lama. Ini pepes bakarnya buruan dimakan”. Ibu sodah seperti biasa memperlakukanku seperti anaknya.

“iya buu”. Wajahku masih tidak berubah dan moodku masih berkombinasi tidak jelas.

***

“ternyata dia disini?”. Ucap bagus melihat jalanan lurus.

“hey, sorry ya lama”. Nadaku sudah normal setelah makan.

“nan?”. Bagus memanggilku dengan nada pelan penuh pertanyaan.

“kenapa gus, lo mau makan juga?”. Aku menjawab sekaligus mengalihkan pandangan karena matanya memandangku dengan tatapan tidak biasa.

“nih?”. Bagus memberiku sebuah kotak berbungkus kertas berwarna merah(warna kesukaanku).

“apaan nih? Aku lagi nggak ulang tahun kok”. Jawabku sedikit tersipu malu.

“udah buka aja, kalau kamu engga suka, terserah mau diapain itu kotak”. Setelah tatapan aneh bertahap ke senyuman.

Dengan tanpa bertanya lagi aku langsung merobek ujung sebelah kanan bungkus kotak tersebut.

“kacamata? Kok ini sama kayak punyaku yang waktu itu-“. Aku menghentikan langsung kalimatku.

“nan, sebelumnya aku minta maaf dan terimakasih, karena waktu itu aku belum sempat mengucapkan terimakasih, dan maaf kacamatamu masuk terselip dikantong burger saat itu. Aku nggak tahu mau cari kamu kemana? Alamat rumah kamu dan jujur aku ngga tahu kalau kamu adalah anak om parkas. Aku selalu bawa kacamata ini dari dua minggu yang lalu pertama kita ketemu pada suasana ekstrim, sekali lagi sorry ya”. Bagus mengungkapkan dengan bicara kejujuran yang nyata.

“ha? Jadi, kamu, orang yang jatuh didepanku waktu itu dan-“. Bicaraku tidak beraturan. Puzzle.

“gue harap lo bisa jadi sahabat gue sekarang ataupun esok. nih makan?”. Bagus tersenyum menyodorkanku sebungkus snack.

“coklat oreo?”. Aku memandang bagus dengan wajah berbeda lagi dan sedikit tersipu malu.

“coklat oreo itu kesukaan aku, kalau kamu makan kamu bersedia jadi sahabat aku mulai dari pertama kamu gigit, kalau kamu tolak maka dengan detik tolak itu juga aku beranjak dari bangku ini”.

Bagus membuatku tercengang dan merasa seperti dongo seketika.

“baiklah”.

Cerpen By Dela Jemirnia



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Puaskah anda terhadap Pembangunan Lampung timur saat ini?
  masih perlu banyak pembenahan
  puas
  Tidak Puas
  sangat tidak Puas
  Tidak Tau

Komentar Terakhir

  • RogerBaH

    [url=https://kwork.ru/links/215736/progon-sayta-khrumerom] ?????? ????? ????????[/url] ...

    View Article
  • SEO Companies in Karachi

    This type of landscape is described as so beautiful by people living in countries ...

    View Article
  • Harley Quinn Jacket

    This is the really great post. ...

    View Article
  • Liverpool

    Wow artikel luar biasa dan fantastis teman saya kerja bagus dan semoga sukses untuk ...

    View Article