Harga Menurun, Beberapa Petani Jagung di Lam-Tim Gelisah

Oleh Tedi 07 Sep 2017, 09:08:39 WIBEkonomi

Harga Menurun, Beberapa Petani Jagung di Lam-Tim Gelisah

Salah satu jenis tanaman palawija


Simaknews.com, Raman Utara – Petani di Desa Rejo Binangun Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur keluhkan menurunya harga jual Jagung dalam beberapa waktu terakhir. Banyak petani yang menanam jagung di musim panas ini gelisah, mengingat jelang musim panen justru harganya semakin murah. Mereka meminta kepada pemerintah setempat turut membantu pemasaran jagung petani.

“Kami berharap ada sentuhan dari pemerintah untuk membantu petani jagung, misalnya dengan bantuan pemasaran, harganya kembali normal. Sehingga kami sebagai masyarakat tani merasa terbantu”,tegas Hartonosalah satu petani jagung saat ditemui oleh jurnalis simaknews.com dirumahnya, Rabu (06/09).

Hartono mengatakan bahwa saat ini harga jual jagung yang belum dipipih atau masih gelondongan 2.500/kg. “Padahal sebelumya pernah mencapai 3.000 sampai 2.800 per kilo”, imbuhnya.

Memasuki musim peralihan, dirinya memilih menanam jagung sebelum menanam padi, karena menurutnya jagung lebih mudah perawatannya.

"Pilihan menanam jagung, sebagai tanaman palawijanya dan disamping itu jagung merupakan tanaman yang tidak memerlukan banyak air, sehingga para petani dapat menghemat penggunaan air dan dapat mencari nafkah dengan menjual jagung tersebut mengingat banyaknya petani yang kehilangan penghasilan karena gagal panen.

Hal yang sama juga diungkapkan Wakidi. Ia memanfaatkan turunnya hujan pada masa jeda musim peralihan pekan ini dengan menanam tanaman palawija, dan mayoritas jagung yang ditanam

“Petani baru akan menanam padi pada dua bulan yang akan datang. Dan dikarenakan kesulitan air jadi sebagai penyela, saya menanam jagung  sebagai tanaman palawijanya”, ungkap Wakidi,

Diakui Wakidi dilahan pertanian di desanya sangat bergantung pada hujan. Sehingga, katanya dalam setahun hanya bisa panen sebanyak dua kali. Bahkan, untuk tahun ini petani hanya bisa memanen satu kali.

"Musim tanam ke dua petani gagal panen karena kemarau panjang, sedangkan kita hidup sebagai orang desa kita memanfaatkan sawah untuk penunjangan pangan kehidupan sehari-sehari" ujar laki-lai berambut putih itu. (Nonik)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Puaskah anda terhadap Pembangunan Lampung timur saat ini?
  masih perlu banyak pembenahan
  puas
  Tidak Puas
  sangat tidak Puas
  Tidak Tau

Komentar Terakhir

  • Alat Tukang Kayu

    Biasanya kalau di desa itu masih banyak kayu-kayu berkualitas untuk dijadikan produk ...

    View Article
  • Toko Bunga

    Sebetulnya pasti masih banyak tempat yang bisa dieksplor di lampung selain tamannya, ...

    View Article
  • paper writing service review

    Wonderful article, a bunch of high-quality material. I’m going to point out to my ...

    View Article
  • Atap Rumah

    Semoga segera terealisasi nih janji dari Dinsos. Tapi pembangunan / rehap rumahnya ...

    View Article