Dinilai Lumpuhkan Usaha Kecil, Warga Banjarrejo Tolak Keberadaan Indomaret

Oleh TIM REDAKSI 16 Feb 2017, 10:36:34 WIBDesa

Dinilai Lumpuhkan Usaha Kecil, Warga Banjarrejo Tolak Keberadaan Indomaret

Bangunan Indomaret di Dusun Menur 1 RT 19 RW 05 Desa Banjarrejo Kabupaten Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur yang mendapat penolakan dari warga sekitar.


SIMAKNEWS.COM - Didirikannya waralaba ‘Indomaret’ di Dusun Menur 1 RT 19 RW 05 Desa Banjarrejo Kabupaten Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur mendapat penolakan keras dari warga/pedagang sekitar, Mereka juga mengancam akan bertindak keras jika waralaba itu dilanjutkan sampai beraktivitas berjualan.

Terkait penolakan ini, sejak Oktober 2016 warga/pedagang sekitar lokasi pendirian Indomaret telah melakukan banyak hal, dimulai dengan mengajukan surat penolakan kepada Bupati Lampung Timur tertanggal 30 Oktober 2016 hingga audiensi dengan DPRD Kabupaten Lampung Timur sebanyak dua kali yakni tanggal 6 November 2016 dan 13 Februari 2017.

Salah seorang warga/pedagang Istiqomah (47) mengatakan, ia beserta warga lainnya sangat menolak adanya waralaba indomaret berdiri di desanya. Karena, akan merugikan para pedagang kecil .

“Kami atas nama pedagang yang berada disekitar lokasi Indomaret, menolak akan adanya bangunan waralaba indomaret. Karena, hanya akan merugikan pedagang kecil dan tidak adanya persetujuan semua masyarakat RT 19 RW 05,” kata Istiqomah, Kamis 16 Februari 2017.

“Kalau indomaret ini berdiri mas, maka akan mematikan 20 pedagang kecil di sekitarnya mas, hal tersebut sudah terbukti di wilayah-wilayah lainnya,” tambah mantan Ketua Kopri PMII Metro tahun 90an tersebut.

Warga lainnya, Yuli (36)  mengatakan, masyarakat sempat kaget saat mendengar didirikannya  indomaret disekitar rumahnya. Sebab dulu pernah ada rencana pendirian Alfamart tapi ditolak oleh warga dan tidak jadi didirikan.

Mereka mempertanyakan mengapa toko waralaba bisa berdiri didesanya tanpa ada musyawarah terlebih dahulu dengan masyarakat sekitar.

“Kami berharap kepada Pemerintah Daerah Lampung Timur agar mendengarkan apa yang kami keluhkan, dan jangan malah membiarkan berdiri. Kasihan para pedagang kecil,” keluhnya.

“Jika Indomaret ini berdiri mas, saya gak tau mau usaha apalagi mas, saya takut warung saya sepi mas,” ujar ibu yang berdagang di depan lokasi Indomaret ini.

Kepala Desa Banjarrejo, Musidi (65) mengatakan, dibangunnya waralaba tersebut memang awalnya tidak ada kordinasi dengan masyarakat, Ia hanya meminta pihak Indomaret untuk menyelesaikan izin dengan warga sekitar dan disetujui oleh tetangga dibuktikan dengan tanda tangan surat izin lingkungan dari warga.

“Dulu ada yang mau mendirikan Alfamart disini, tapi saya bilang izin dulu sama warga sekitar, karena mereka tidak mendapat izin maka tidak saya tanda tangani, kalau ini mereka datang kesaya katanya sudah izin dengan warga dibuktikan dengan tanda tangan warga,” ujar pak kades.

Ia pun mengaku sempat mendapat tekanan dari pihak Indomaret untuk segera menanda tangani surat izin tersebut.

“Saya sempat ditekan oleh pihak Indomaret Feri namanya, dia lama disini (dirumah pak kades) dia mengaku sudah dapat restu dari warga sekitar,” tambah pak kades.

Belakangan diketahui ternyata 10 orang yang tanda tangan di surat izin lingkungan tersebut berprofesi sebagai petani dan bukan tetangga dekat dari lokasi pendirian Indomaret.

Menyikapi gejolak  tersebut Kepala Desa Banjarrejo Mursidi, pada tanggal 27 Desember 2016 mengeluarkan surat Nomor : 100/878/2009/2016 tentang Surat Pencabutan Tanda Tangan Izin lingkungan yang telah di tanda tanganinya pada tanggal 8 Oktober 2016, guna diajukan kepada Dinas Perizinan Kabupaten Lampung Timur.

Terpisah, Supriyanto Camat Way Jepara yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Batanghari mengatakan, proses awal soal pembangunan waralaba indomaret tersebut sudah adanya persetujuan dari masyarakat, terus di bawa Ke Kecamatan.

“Dari awal, bangunan waralaba indomaret tersebut sudah adanya persetujuan dari masyarakat. Karena, kami hanya sebatas melakukan persetujuan perijinan dan prosedur yang di tempuh, sesuai apa yang diajukan oleh masyarakat. Kalau warga sekarang menolak, tidak jadi masalah. Karena, itu sudah adanya team teknis dari perijinan BPMPTSP,” kilahnya, (red/sn)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Puaskah anda terhadap Pembangunan Lampung timur saat ini?
  masih perlu banyak pembenahan
  puas
  Tidak Puas
  sangat tidak Puas
  Tidak Tau

Komentar Terakhir

  • Alat Tukang Kayu

    Biasanya kalau di desa itu masih banyak kayu-kayu berkualitas untuk dijadikan produk ...

    View Article
  • Toko Bunga

    Sebetulnya pasti masih banyak tempat yang bisa dieksplor di lampung selain tamannya, ...

    View Article
  • paper writing service review

    Wonderful article, a bunch of high-quality material. I’m going to point out to my ...

    View Article
  • Atap Rumah

    Semoga segera terealisasi nih janji dari Dinsos. Tapi pembangunan / rehap rumahnya ...

    View Article